Senin, 08 Juli 2019

IAIN SAS Babel, Resmi buka Prodi Psikologi Islam dan Jurnalistik Islam


IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, kembali menerima dua surat keputusan tentang izin pembukaan program studi Psikologi Islam dan Jurnalistik Islam yang bernaung pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam. SK berupa izin penyelenggaraan prodi tersebut di serahkan secara simbolis oleh Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam, M. Arskal Salim GP (8/7) di Hotel Mercure-Jakarta.
Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam, dalam arahanya meminta agar izin prodi baru tersebut dapat dipergunakan untuk mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat, dan terhitung sejak  SK dikeluarkan, maka kampus sudah dapat menerima mahasiswa baru. “izin pembukaan prodi baru, dikeluarkan sebagai upaya pengembangan dan mendekatkan layanan akses pendidikan kepada masyarakat, sesuai kebutuhan masing-masing perguruan tinggi” Ungkap M. Arskal Salim GP.
Selanjutnya, pembagian SK 27 prodi baru pada perguruan tinggi negeri dan swasta, dilakukan oleh Solahuddin Ahmad, selaku Kasubdit Pengembangan Akademik Diktis, salinan asli PMA Nomor 263 Tahun 2019 tentang izin prodi Psikologi Islam dan PMA Nomor 264 Tahun 2019 tentang izin prodi Jurnalistik Islam diterima oleh Yandi Hafizallah dan Amrullah, masing2 selaku ketua prodi.
Rektor IAIN SAS Bangka Belitung, Zayadi, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, karena ini amanat transformasi kelembagaan dari STAIN menjadi IAIN salah satunya dengan menambah berbagai prodi yang relevan dan sesuai kebutuhan market dan masyarakat.
“dengan adanya prodi Psikologi Islam, diharapkan dapat melahirkan output alumni berlandaskan Psikologi Islam yang outcame sebagai konselor dan asisten psikolog, sama halnya dengan prodi Jurnalistik Islam, dapat melahirkan Jurnalis Islam yang profesional dalam bidang komunikasi dan pengelolaan media” pinta Zayadi dengan penuh semangat.
Zayadi menambahkan, pada semester ini kedua prodi tersebut sudah dapat menerima calon mahasiswa baru melalui jalur mandiri, oleh karena itu, sekarang masyarakat Bangka Belitung memiliki kesempatan yang sangat luas untuk mendalami bidang psikologi Islam dan Jurnalistik Islam di IAIN SAS Bangka Belitung.

Minggu, 25 November 2018

Al Washliyah Aceh, gelar turnamen futsal antar mahasiswa dan Pelajar

Pengurus Wilayah Al Washliyah Aceh menggelar turnamen futsal antar mahasiswa, sebagai salah satu agenda tahunan dalam rangka memeriahkan milad Al Washliyah ke 88. Pertandingan futsal berlangsung tanggal 24-25 November 2018 yang dipusatkan di lapangan Eleven Bineh krueng, Darussalam-Banda Aceh.
Ketua PW. Al Washliyah Aceh, Farid Wajdi Ibrahim menjelaskan turnamen futsal ini dilaksanakan dalam rangka memperingati milad Al Washliyah, yang puncaknya akan diperingati pada tanggal 30 November 2018 di Kampus Al Washliyah Rukoh. Turnamen ini, untuk memperebutkan piala bergilir Al Washliyah Cup I, semoga semua  tim untuk dapat bertanding secara fair dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas.
“kegiatan ini untuk mensyiarkan Al Washliyah, sekaligus menjalin silaturrahmi dengan rekan-rekan mahasiswa, futsal hanya sebagai jalan yang kita pilih untuk menjalin komunikasi dengan warga Washliyah, mahasiwa dan masyarakat sekitar, karena ini kegiatan anak muda, maka perlu kita jaga nilai-nilai sportifitas secara fair” sebut Farid (24/11) setelah tendangan pertama sebagai pertanda pertandingan dimulai.
Koordinator panitia bidang olah raga, Wahidi Johan menyebutkan, bahwa turnamen futsal Al Washliyah Cup I dalam rangka peringantan milad Al Washliyah ke 88 diikuti oleh 32 tim saja dengan usia pemain maksimal 22 tahun yang dibuktikan dengan KTP atau Kartu Pelajar. Sebenarnya respon mahasiswa dari berbagai BEM perguruan tinggi sangat baik, unsur pelajar tingakt SMA dan SMP juga ada, dan dari asrama mahasiswa peguyuban di sekitar Banda Aceh dan Aceh Besar.
“Animo peserta sangat tinggi untuk mengikuti futsal, namun panitia hanya menerima 32 tim karena keterbatasan waktu dan kesiapan panitia, sistem yang berlakukan gugur. Tahun depan akan kita terima dalam jumlah yang lebih besar dan waktunya disiapkan selama satu minggu.” Kata Wahidi menjelaskan.
Turnamen futsal ini untuk memperebutkan piala bergilir ketua PW. Al Washliyah Aceh, panitia  menyediakan hadiah berupa tropi, piagam dan uang pembinaan kepada juara I Rp.3 Juta, juara II, Rp.2 juta dan juara III, Rp.1 juta. Tidak hanya itu panitia juga menyediakan hadiah khusus kepada pemain terbaik, official terbaik, topscore dan beberapa katagori lainnya. Jelas Wahidi dengan penuh semangat.

Senin, 19 November 2018

Jelang milad ke 88: Al Washliyah Aceh gelar pelatihan menulis bagi mahasiswa

Sebagai intelektual muda, mahasiswa perlu terus mempertajam  dan mengasah kemampuan menulis. Menulis menjadi tradisi penting bagi mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan.
“Menulis menjadi tradisi akademik, maka perlu dilatih dan diasah agar mahasiswa memiliki kemampuan yang baik dalam menulis, maka Al Washliyah Aceh hadir untuk itu” sebut koordinator panitia bidang Pelatihan karya tulis ilmiah, Syahrul Ridha, (17/11) disela-sela pembukaan di kampus Al Washliyah Banda Aceh.
Tradisi menulis dikalangan mahasiswa terkesan masih rendah, padahal mahasiswa dituntut untuk terus menulis berupa karya tulis ilmiah dalam rangka menyelesaikan studinya.
“kita perlu dorong agar mahasiswa dapat lebih cepat menyelesaikan tugas-tugas kuliah termasuk skripsi, kedepan, akan melahirkan generasi yang mempunyai skill dalam melahirkan karya ilmiah yang baik dan berkualitas” pinta Syahrul yang juga sebagai Dosen Tetap STKIP Al Washliyah Banda Aceh.
Sementara itu, Sekretaris Al Washliyah Aceh, Baharuddin AR dalam sambutannya meminta kepada panitia agar kegiatan ini perlu dilaksanakan setiap tahun. Menulis merupakan perintah Allah yang menjadi keharusan bagi kita semua, sekarang mahasiswa dan kader Al Washliyah sudah semestinya untuk terus meningkatkan dan bergiat diri untuk menulis.
“setiap mahasiswa diwajibkan menulis agar dapat lebih cepat menyelesaikan studinya, karya-karya mahasiswa ini nantikan kita jadi jurnal atau proseding dalam bentuk agar dapat dibaca oleh banyak orang” pinta Bahar dengan nada optimis.
Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa, diikuti oleh 92 mahasiwa dari berbagai kampus di sekitar Banda Aceh dan Aceh Besar, untuk membekali mahasiswa, panitia menghadirkan pemateri Hasanuddin, Syarul Ridha dan Evi Mauliza. Agar menghasilkan karya ilmiah yang baik, panitia membagi peserta dalam 10 kelompok untuk memudahkan pendampingan dan proses bimbingan dari dosen ahli selama satu pekan.