Jumat, 25 Maret 2011

WELCOME : STAIN SAS TUAN RUMAH ACIS 2011

Beberapa waktu lalu, saya menerima sebuah pesan singkat dari teman yang juga dosen STAIN Syaikh Abdurrahman Siddik, isinya “Selamat STAIN SAS Babel ditetapkan sebagai tuan rumah ACIS 2011” Pesan singkat itu membuat saya merasa tersanjung dan bahagia, lalu saya berpikir apa itu mungkin? mengingat ada dua perguruan tinggi agama ternama lainnya yang sama-sama mengajukan diri sebagai calon tuan rumah pelaksanaan ACIS 2011, satu di kepulauan Jawa dan satu dari Sumatra Bagian Utara. Kalau memang informasi itu benar, lalu apa pertimbangan Kementerian Agama sehingga menjatuhkan pilihannya kepada STAIN SAS Babel?
Keraguan dan berbagai pertanyaan terus membuncah dalam cakrawala bepikir saya, lalu saya tergerak mencari tahu apa yang menjadi keunggulan STAIN SAS Babel sehingga petinggi Kementrian Agama mempercayai STAIN SAS Babel sebagai tuan rumah pelaksanaan ACIS XI tahun 2011. Untuk menghindari terjadinya kegalauan yang berkepanjangan saya mencoba menghubungi si pengirim SMS, paling tidak saya pastikan kebenaran dan keabsahan informasi yang dikirimkan ke saya. Dalam komunikasi itu mendapat kepastian bahwa informasi itu benar dan diperoleh dari sumber yang terpercaya. Setelah memperoleh penjelasan dengan detil, maka keraguan dan kekhawatiran itu segera sirna, lalu muncul pertanyaan apa yang dapat dilakukan untuk menyambut para “Intelektual Islam” tersebut di Banka Belitung.
Secara umum tujuan pelaksanaan ACIS hendaknya menjadi media reorientasi noktah pemikiran keislaman dalam berbagai dimensinya dengan menyediakan ruang dialog dan mimbar akademik yang bebas dan otonom bagi para pengkaji Islam. Memberi inspirasi dan penyegaran cakrawala akademik terhadap hasil penelitian .
Menghidupkan kembali (revivalisme) studi-studi keislaman secara empatik dan berperspektif keindonesiaan dalam berbagai pendekatan dan disiplin keilmuan. Memprioritaskan konsep “keislam-indonesiaan” dalam menyelesaikan problematika kebangsaan, kebudayaan, dan kemanusiaan kontemporer. Implementasi hasil penelitian yang mengkaji dialog, dialektika, pergumulan dan persentuhan antara Islam dengan gerakan Islam Transnasional, budaya lokal. Memberikan sumbangan tentang pemikiraan, teori, pendekatan, dan metodologi studi Islam di Indonesia terhadap Studi Islam Indonesia dan Islam di Asia Tenggara.
Paling tidak, dalam pelaksanaan ACIS akan hadir menteri dan mantan menteri agama, pejabat dan mantan pejabat eselon pada Kementrian Agama, 6 Rektor UIN dan 14 Rektor IAIN serta 32 Ketua STAIN ditambah lagi dengan seratusan pimpinan Perguruan tinggi swasta lainnya di Indonesia. Tidak hanya itu, sejumlah gurubesar dari berbagai perguruan tinggi terkemuka luar negeri dan dalam negeri juga akan hadir sebagai pembicara dan pembanding ditambah lagi dengan 100-an peneliti yang hasil penelitian akan dipresentasikan selama 4 hari berlangsungnya pelaksanaan ACIS di Bangka Belitung.
Secara matematis, maka pada tanggal 1-4 November 2011 (tanggal yang diusulkan oleh kementerian agama) pelaksanaan ACIS XI, maka di Pangkalpinang akan berkumpul sekitar 500-an pimpinan perguruan tinggi dan para intelektual Islam dari seluruh pelosok nusantara. Peristiwa ini menjadi moment penting dan bersejarah bagi STAIN SAS Babel dan pemerintah daerah termasuk masyarakat serumpun sebalai. Seyogianya, kesempatan ini menjadi nilai tambah bagi pemerintah daerah untuk melakukan upaya strategis dalam rangka kampanye wisata yang terangkum dalam visit babel years 2010.

Keunikan Bangka Belitung
Dari berbagai literatur yang diperoleh, disamping keindahan alam, ternyata Bangka Belitung juga memiliki keunikan lain berupa kerukunan hidup antara umat beragama. Masyarakat Bangka Belitung dikenal dengan tingkat kemajemukan etnis dan agama yang sangat tinggi di Indonesia. Umuat muslim dapat hidup berdampingan dengan keluarga non muslim, tidak hanya itu, bahkan ada satu keluarga di Sungailiat yang anggota keluarganya hidup dengan agama yang beragam.
Dismaping itu keistimewan Bangka adalah tidak mengenal istilah umat mayoritas dan minoritas, semua umat dapat menjalankan ajaran kepercayaannya kapanpun dan dimanapun mereka berada. Sehingga dalam hal kerukunan hidup beragama maka Bangka dapat dijadikan model kehidupan kerukunan antar umat beragama.
Dapat dibayangkan sudah 200 tahun Bangka tidak mengenal konflik antar agama dan etnis, maka tak perlu heran bila ada mesjid yang dibangun bersebelahan dengan kelenteng seperti di Mentok Bangka Barat. Mungkin pemandangan yang seperti ini hanya dapat disaksikan di Bangka ini. Keistimewaan ini mungkin tidak ditemui di daerah dan provinsi lain, semua umat dapat mendirikan tempat ibadah dengan mudah dimanapun dan kapanpun, pemerintah memberi ruang yang sama dan semua itu ada hikmahnya.
Selain itu keindahan alam dan pesona laut yang terhampar yanng indah dan sedap dipandang. Dan ini menjadi salah satu magnet daya tarik bagi pelaku sejarah untuk mengunjungi Bangka Belitung. Fakta yang tak terbantahkan keindahan alam dan pesona laut seperti pantai Pasir Padi, Tanjung Pesona, Parai Tenggiri, Teluk Uber, Pantai Matras, Pulau Ketawai, Pantai Romodong, Tanjung Kalian, Pantai Bedukang, Menumbing-Muntok. Sedangkan untuk Pulau Belitung terdapat Pantai Burung Mandi, Tanjung Tinggi, Pantai Punai, Teluk Gembeira, Tanung Pantai, Pantai lengkuas dan Pantai Serdang. Tempat wisata ini akan menjadi target kunjungan bagi peserta ACIS.
Makanan Khas Bangka ternyata juga tidak kalah sedapnya seperti Lempah Kuning, masakan lauk yang berkuah berbahan baku ikan, ayam, daging dimasak dengan lempah kuning menggunakan kunyit. Lempah Darat, masakan sayur-mayur yang berkuah terkadang ditambah dengan ikan kering (ikan salai) atau ebi). Belacan/terasi, bahan penyedap dalam masakan khas Bangka termasuk lempah kuning dan lempah darat. Rusip, terbuat dari ikan teri yang difermentasikan dan berair, biasa berperan sebagai cocolan sayuran dan jantung pisang rebus. Makanan ringan berupa Kerupuk Getas jenis makanan ringan yang berbahan baku ikan, Kempelang, sama halnya dengan kerupuk getas namun masakan dilakukan secara dipanggang, Kericu, makanan ringan menggunakan telur cumi-cumi sebagai bahan dasar dimasak dengan cara digoreng.
Tidak hanya pemandangan indah laut, kerukunan beragama dan keanekaragaman hayati lainnya ternyata Bangka juga memiliki tambang timah yang terbesar di Asia Tenggara, mengunjugi lokasi-lokasi penggalian timah yang ada di seluruh Kepulauan Bangka Belitung. Semua itu menjadi fakta dan pembuktian kemegahan dan kejayaan timah sejak zaman Belanda hingga sekarang ini.

Dukungan Pemerintah Daerah
Pelaksanaan ACIS 2011 sebagai even besar “silaturrahmi intelektual Islam Asia Tenggara” perlu mendapat dukungan lembaga pemerintah daerah termasuk birokrat, praktisi, dan pihak keamanan. Dapat dibayangkan dengan kehadiran petinggi Kementerian Agama dan para pemimpin Perguruan Tinggi Agama se Indonesia ditambah guru besar maka hampir 50% kaum inteletual Islam pada saat itu berada di Bangka Belitung. Keadaan itu akan membuat suasana kota Pangkalpinang menjadi kota intelektual, di empat penjuru kota akan digelar kegiatan seminar yang dihadiri oleh intektual kampus yang menghormati tatanan dan kaedah tradisi ilmiah.
Oleh karena itu semua pihak patut waspada atas berbagai kemungkinan yang akan terjadi termasuk upaya teror, baik dengan alat peledak seperti bom atau paket buku yang berisi bahan peledak. Bila keadaan ini tidak dikelola dengan profesional dikhawatirkan seberapa banyak tokoh intelektual Islam yang akan binasa. Namun dengan tingkat profesionalisme yang dimiliki oleh aparat keamanan di Bangka Belitung, saya menaruh keyakinan, bahwa kekhawatiran mungkin terlalu berlebihan dan paling tidak menjadi pertimbangan untuk tetap waspada. Selamat bagi STAIN SAS atas terpilihnya sebagai pelaksana ACIS XI Tahun 2011. Waallahu’aklam bis sawaf.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar