Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Juli 2017

STAIN SAS Babel, gelar SPMB jalur mandiri

SERIUS : Sejumlah calon mahasiswa baru terlihat
serius mengikuti  ujian masuk jalur mandiri. (Foto/Jam)
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung, kembali menggelar Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) jalur mandiri/ PMB lokal (selasa, 25/7) di kampus setempat, Petaling, Bangka. Calon mahasiswa (cama) yang mendaftar pada jalur mandiri tahun 2017 berjumlah 388 perserta, sedangkan tahun 2016 berjumlah 260 orang, meningkat hampir 52 persen, kerena peminatnya meningkat maka angka yang diterima juga idealnya meningkat.
 “jalur ini merupakan jalur lokal dan kesempatan terakhir bagi calon mahasiswa untuk masuk ke STAIN, karena peminatnya meningkat, maka kemungkinan jumlah yang akan diterima juga akan bertambah, ya sekitar 340 mahasiswa” sebut Ketua Panitia SPMB Jalur Mandiri Dr. Janawi.
Dr. Janawi, M. Ag
STAIN Babel sudah melakukan dua kali seleksi yaitu jalur SPAN-PTKIN diterima 194 orang dan jalur Ujian Mandiri (UM-PTKIN) diterima 186 orang. “jika kita total ketiga jalur tersebut tahun ini kita menerima 620-an mahasiswa, semoga yang lulus nanti dapat mendaftar ulang” harap Janawi.
STAIN SAS Bangka Belitung sudah memiliki 10 program studi yang terbagi dalam tiga jurusan. Jurusan Tarbiyah terdiri dari Program studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Tadris/Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI). Jurusan Syariah dan Ekonomi Islan terdiri dari prodi Perbankan Syariah (PS), Ahwal Al-Syakhshiyyah (Hukum Keluarga Islam), Akutansi Syariah (AS), Jurusan Dakwah dan Komunikasi terdiri dari prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI Sosial) dan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)
Selanjutnya, Janawi menambahkan, bahwa pelaksanaan ujian masuk jalur mandiri tahun ini berjalan lancar, tertib dan aman, hanya beberapa saja yang tidak hadir, pengumuman kelulusan akan diumum  tanggal 31 Juli 2017 di Kampus.

Selasa, 23 Mei 2017

305 CAMA, PEREBUTKAN 198 KUOTA DI STAIN BABEL


Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung, kembali menggelar Ujian Masuk-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN). Peserta ujian berjumlah 305 calon mahasiswa (cama), dan akan diterima 198 orang sesuai kuota yang tersedia dari delapan program studi yang ada di STAIN SAS Bangka Belitung.
Ketua panitia UM-PKTIN STAIN SAS Babel, Janawi menyebutkan “untuk tahun ini, yang mendaftar dikampus kita berjumlah 305 orang peserta dan yang diterima sesuai kuota berjumlah 198 orang, dan ada 14 orang tidak hadir dan dinyatakan gugur. Peserta ini merupakan calon mahasiswa mendaftarkan diri secara online pada tanggal 10 April sd. 10 Maret 2017.”  selasa (23/5) di kampus setempat.
 STAIN SAS Bangka Belitung sudah memiliki 8 program studi pilihan yaitu Pendidikan Agama Islam dengan kuota diterima  60 orang, Pendidikan Islam Anak Usia Dini dengan kuota diterima 30 orang, Tadris/Pendidikan Bahasa Inggris dengan kuota diterima 15 orang, Pendidikan Bahasa Arab dengan kuota diterima 9 orang, Perbankan Syariah dengan kuota diterima 45 orang, Hukum Keluarga Islam (Ahwal Al-Syakhshiyyah) dengan kuota diterima 9 orang, Bimbingan dan Konseling Islam dengan kuota diterima 15 orang, Komunikasi dan Penyiaran Islam dengan kuota diterima 15 orang.
Selanjutnya, Janawi menambahkan, bahwa pelaksanaan ujian masuk tahun ini dilaksanakan serentak secara nasional, panitia daerah hanya menyiapkan tempat dan pengawas. Pengumuman dapat dilihat secara online  tanggal19 Juni 2017. 

Senin, 04 April 2016

KITA PERLU SIAPKAN SARANA DAN PRASARANA BELAJAR YANG BAIK

Perguruan tinggi tidak hanya sebagai sarana transformasi ilmu pengetahuan, tetapi harus mampu menjadi lembaga yang dapat melahirkan alumninya yang mandiri, tangguh dan berjiwa interpreneurs. 
"Sarjana, sebagai agen perubahan dituntut untuk mampu membuka lapangan kerja dan berjiwa interpreneurs, mampu berkerja secara mandiri dan tangguh" Demikian kata Ketua Kopertis Wilayah XIII Aceh, Prof. Jamaluddin Idris, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Muhammad Nur, M. Pd pada wisuda sarjana STKIP Al Washliyah Banda Aceh, (2/4) di Auditorium Prof. Ali Hasjmi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. 

Jamaluddin juga menyebutkan bahwa, selama ini, pendidikan kita memiliki orientasi pembentuk SDM sebagai pencari kerja bukan pencipta lapangan kerja. Justru sekarang ini, setiap sarjana harus mampu menciptakan kesempatan kerja, mampu berinovasi, berani mengambil risiko dan siap menjadi petarung dalam menggapai cita-cita.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Al Washliyah Provinsi Aceh, Prof. Farid Wajdi Ibrahim, menyebutkan STKIP Al Washliyah perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi era gobalisasi, mengingat saat ini,  PTS  harus mampu bersaing secara sehat dan juga masing-masing PTS harus memiliki ciri khas yang dapat ditawarkan kepada calon mahasiswa. PTS juga harus siap mengikuti proses dan prosedur yang telah diatur oleh pemerintah, agar alumni atau outcamenya dapat memenuhi standar yang diharapkan oleh pemerintah. 
"STKIP Al Washliyah harus siap bersaing, mengikuti proses pendidikan yang baik dan dapat melahirkan sarjana yang siap terjun ke masyarakat serta dibutuhakan oleh pemerintah. Untuk itu, kita perlu siapkan sarana dan prasarana belajar yang baik, tenaga dosen yang handal dan peningkatan akreditasi" Pinta Farid yang juga Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Al Washliyah Banda Aceh. 

Ketua STKIP Al Washliyah Banda Aceh, Dr. H. A. Mufakhir Muhammad, MA dalam amanatnya menyampaikan, bahwa acara wisuda, merupakan momentum penting dan bersejarah bagi wisudawan, karena pada hari ini dilakukan pelantikan dan secara resmi menjadi Sarjana. "Perlu diingat bahwa, sarjana bukan hanya dinilai dari gelar yang disandang, akan tetapi akan dinilai dari cara berfikir dan bertindak yang lebih cermat, lebih arif dan lebih teliti dan penuh pertimbangan". Sebut Mufakhir Muhammad, dihadapan 89 wisudawan-wisudawati.

Senin, 13 Juli 2015

STKIP AL-WASHLIYAH BUKA PUASA BERSAMA PERANGKAT GAMPONG


Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al Washliyah Banda Aceh, menggelar buka puasa bersama dengan keluarga besar Al Washliyah dan warga masyarakat Dusun Lamara, Gampong Rukoh sebagai warga tetangga kampus. Minggu (12/7), di Kampus Al Washliyah Lamara-Rukoh, Darussalam.
Ketua STKIP Al Washliyah, Dr. H. A. Mufakhir Muhammad, MA menyebutkan, buka puasa bersama sudah mentradisi dikalangan Al Washliyah, tidak hanya itu, pertemuan ini juga dijadikan sebagai wahana silaturrahim sesama warga Al Washliyah, kita mengundang pimpinan kampus tetangga, Dosen, Mahasiswa, Geusyik Rokoh, tokoh masyarakat, kepala dusun, dan warga masyarakat di sekitar kampus.
“Buka puasa, menjadi tradisi dikalangan Al Washliyah sebagai wahana silaturrahim, semua pihak kita undang termasuk perangkat gampong dan Warga Lamara-Rukoh diseputaran kampus kita. Kita berharap, warga sekitar menjadi mitra kita dalam memajukan dan mengembangkan kampus” sebut A. Mufakhir Muhammad (12/7) seperti tertulis dalam realise yang diterima redaksi kami.
Mufakhir menambahkan, bahwa kampus Al Washliyah sudah mulai berbenar diri dengan terus berupaya memberi pelayanan yang baik kepada mahasiswa termasuk menyediakan ruang kuliah yang cukup dan fasilitas belajar-mengajar yang memadai.
“Alhamdulillah, atas dukungan keluarga besar Al Washliyah dan civitas akademika, gedung ini sudah selesai dibangun dan akan dipergunakan untuk ruang kuliah dan perpustakaan, semoga kekurangan lokal dapat teratasi dan nantinya mahasiswa akan lebih betah di perpustakaan” sebut Mufakhir penuh harap.
Nasehat Ramadhan disampaikan oleh Tgk. H. Nurchalis Muchtar, Lc., MA, beliau mengajak warga Al Washliyah untuk senantiasa menjaga silaturrahmi dan terus meningkatkan ibadah selama bulan ramadhan. Al Washliyah sebagai organisasi yang berbasis Islam dan bermazhab Syafi’iah perlu selalu hadir ditengah-tengah masyarakat dalam rangka memberi pencerahan dan pendidikan keagamaan.
“secara harfiah Al Washliyah berarti sebagai penyambung, maka sebagai kader Al Washliyah perlu hadir untuk menjembatani berbagai perselisihan yang muncul di masyarakat, jangan malah diam, dan itu jadi beban kita semua” tegas Tgk. H. Nurchalis dengan nada serius.
Nurchalis juga mengisahkan pada peristiwa hijrah terdapat banyak pelajar, hijrah yang mempertemukan kaum muhajirin (Mekkah) dan kaum Anshor (Madinah). Kaum Ansor sebagai ahlul ba’it menyambut dan menerima kaum muhjirin sebagai tamu dengan baik,  padahal mereka tidak pernah bertemu sebelumnya. Karena agama, persaudaraan mereka sangat dekat dan akrab sehingga apasaja yang dibutuhkan oleh oleh kaum Muhajirin diusahakan dan upayakan oleh kaum Anshor.
“Kedekatan dan kebersahajaan kaum Anshor belum ada bandingnya, sampai-sampai istrinya ditawarkan kepada kaum Muhajirin dan itu tercatat dalam sejarah” papar Nurchalis yang juga ketua program studi Pendidikan Bahasa Arab pada STKIP setempat.

Senin, 11 Mei 2015

STKIP AL WASHLIYAH BANDA ACEH GELAR RAPAT KERJA


Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al Washliyah Banda Aceh, Minggu (10/5) di Hotel Noris-Lambaroe Kaphe-Aceh Besar, menggelar rapat kerja (raker) tahun 2015, membahas sejumlah agenda kebijakan dan program kerja dalam rangka pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan agar kampus Al Washliyah berfasilitas dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan proses belajar mengajar. 
“salah satu agenda raker yaitu membahas upaya pengembangan kampus dan peningkatan mutu pendidikan” Sebut Dr. H. A. Mufakhir Muhammad, MA  ketua STKIP Al Washliyah Banda Aceh.
Raker yang bertema “optimalisasi kader Al Washliyah dan civitas akademika menuju konsorsium kampus sehat” dihadiri oleh dosen, karyawan, pengurus BEM, alumni, ketua dan anggota BPH, Koordinator Perguruan Tinggi Al Washliyah dan fungsionaris Al Washliyah tingkat provinsi dan kabupaten/kota itu, diawali dengan panel diskusi yang disampaikan oleh Ketua STKIP Al Washliyah Dr. H. A. Mufakhir Muhammad, MA dengan materi visi dan misi 2018.
Dilanjutkan oleh Wakil Ketua Bidang Akademik Yusra Jamali, M. Pd menyampaikan materi tentang statuta, rencana stategik dan pelayanan akademik secara prima. Wakil Ketua Bidang Keuangan Dicky Wirianto, MA menggagas objektivitas keuangan dan kelengkapan sarana prasara.
Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan Hardiansyah, M. Hum terkait dengan kreativitas kemahasiswaan dan unit kegiatan mahasiswa dan terakhir Ketua Program Studi Pendidikan Geografi Drs. Amsal Amri, M. Pd membahas tentang silabus kekiniaan dan berbasis kearifan lokal.
Raker ini menjadi sarana evaluasi kegiatan kampus, dan sekaligus menjadi pendukung untuk kegiatan dan program kerja yang akan datang. “ada beberapa capaian hasil raker antara lain statuta baru, rencana usulan prodi baru, penambahan ruang kuliah, peningatan status dan semua ini kami berharap akan lebih cepat jadi universitas” ” imbuh Mufakhir
Selanjutnya ketua panitia Hardiansyah, M. Hum, menyebutkan peserta raker merekomendasikan agar kampus Al Washliyah segera menambah program studi baru sesuai kebutuhan dan perkembangan masyarakat. “ada beberapa usulan prodi baru, seperti Pendidikan Sosiologi, Kebencanaan, S-1 PAUD, ini kita serahkan kepada pimpinan untuk dipertimbangan, prodi baru menjadi tambahan energi untuk  calon mahasiswa baru”  imbuhnya.

Senin, 30 Maret 2015

STKIP AL WASHLIYAH BANDA ACEH WISUDA 165 LULUSAN


Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al Washliyah Banda Aceh, Minggu (29/3), mewisuda 165 lulusannya di Auditorium Prof Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh. Lulusan yang mengikuti wisuda angkatan XVIII semester ganjil tahun akademik 2014/2015 itu terdiri atas 164 sarjana Pendidikan Geografi dan satu sarjana Pendidikan Bahasa Arab.
Dari 165 lulusan yang kita wisudakan hari ini, 21 orang di antaranya lulus dengan predikat istimewa. Dari jumlah itu, kita pilih 10 orang sebagai wisudawan berprestasi. Mereka adalah lulusan yang memiliki IPK tertinggi yaitu antara 3,57 dan 3,82,” kata Wakil Ketua I STKIP Al Washliyah Banda Aceh, Yusra Jamali S.Ag., M. Pd dalam laporannya pada wisuda tersebut.
Ketua STKIP Al Washliyah Banda Aceh, Dr. H. A. Mufakhir Muhammad, MA dalam amanatnya antara lain mengatakan, sarjana bukan hanya dinilai dari gelar yang disandang, tapi dari cara berfikir dan bertindak yang lebih cermat, arif, dan teliti. “Sarjana akan jadi panutan dan teladan bagi masyarakat. Karena itu, sarjana perlu lebih cermat, arif dan bijaksana,” ujarnya.
Dikatakan, lulusan perguruan tinggi termasuk STKIP Al Washliyah juga dituntut untuk dapat mengabdikan diri dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampus untuk masyarakat. “Hal lain yang perlu diingat, tantangan ke depan semakin berat. Karena itu, persiapkan diri dengan matang. Salah satu caranya dengan terus belajar termasuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkap Mufakhir.
Sementara itu Agustizar dalam pesan dan kesan dari wisudawan, agar kampus dapat memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para mahasiswa untuk terus berkarya, dengan mengaktifkan Unit kegiatan mahasiswa (UKM), dang pihak kampus dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menyediakan dosen-dosen yang berkualitas, laboraturium dan jurnal mahasiswa.

Orasi ilmiah

Orasi ilmiah disampaikan Dr Juhari Hasan MSi, dosen Sosiologi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, dengan judul “Arah Perjuangan Al Washliyah dalam Dinamika Perubahan Global” Jauhari yakin dan percaya, bahwa Al-Washliyah selalu siap memberikan jawaban terhadap berbagai persoalan dan fenomena keummatan dari “zaman berzaman”. Kesiapan itu nampak jelas dari Grand Strategy yang telah dirancang oleh para pendahulunya. Sesuai dengan namanya, Al-Washliyah yang mengandung makna menghubungkan silaturrahmi, kasih sayang dan persaudaraan menitikberatkan garis perjuangannya pada 3 (tiga) ranah besar, yaitu (1) Pendidikan; (2) dakwah dan (3) amal sosial. Terang Juhari yang juga salah seorang Wakil Ketua Pengurus Wilayah Al Jam’iyatul Washliyah Aceh, dengan nada optimis
Pertama Pendidikan. Pendidikan merupakan kunci untuk menjawab apapun persoalan keummatan. Karena itu, Al-Washliyah menempatkan pendidikan pada posisi teratas dari perjuangannya. Karena disadari bahwa kunci kesuksesan untuk mengendalikan perubahan di masa-masa mendatang itu ada di lembaga pendidikan, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi.
Kedua Dakwah. Dakwah merupakan proses penyampaian informasi dari berbagai fenomenologis sesuai ajaran Islam. Riset akan tidak bernilai bila tidak ditransformasikan kepada orang lain. Berbeda dengan harta, semakin banyak ilmu yang diwaqafkan kepada orang lain maka ilmu itu semakin bertambah banyak (berkah).  Karena itu, kader Al-Washliyah perlu selalu berdakwah dimanapun ia berada.
Ketiga Amal Sosial, yaitu gerakan penguatan keuangan organisasi melalui usaha-usaha yang sah dan halal, sejak awal Al-Washliyah telah memposisikan diri sebagai organisasi jihad, yaitu berusaha menghidupkan organisasi dan masyarakat Islam melalui usaha mandiri. Komitmen Al-Washliyah untuk membantu masyarakat kurang mampu seperti anak-anak yatim, fakir miskin dan orang-orang jompo sangatlah tinggi. Sungguh sangat mustahil program ini dapat dilaksanakan tanpa dukungan keuangan yang memadai. Sebut Juhari Hasan yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. 

Minggu, 01 Februari 2015

KAMPUS AL-WASHLIYAH BANDA ACEH MULAI DIBANGUN

Civitas Akademika Perguruan Tinggi Al-Washliyah Banda Aceh, melakukan peletakan batu pertama, sebagai pertanda dimulainya pembangunan Kampus Al-Washliyah Banda Aceh (Minggu, 1/2) di Lam Ara Rukoh, Darussalam-Banda Aceh.
Ketua koordinator Perguruan Tinggi Al-Washliyah Banda Aceh, Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA menyebutkan, bahwa pembangunan kampus berupa gedung rektorat dan ruang kuliah menjadi perioritas, ketersediaan fasilitas belajar perlu dipenuhi agar proses belajar-mengajar dapat terlayani dengan baik.
"Kedepan, tidak ada beda lagi kampus negeri dan swasta, sarana kuliah menjadi penting, maka gedung jadi perioritas, agar pelayanan dapat dilakukan secara maksimal, apalagi mahasiswa terus meningkat" sebut Farid di sela-sela acara tersebut.


Sementara itu, Ketua STKIP Al-Washliyah Banda Aceh Dr. H. A. Mufakhir Muhammad, MA menyambut baik atas pembangunan gedung perpustakaan, ruang kuliah dan biro rektorat. Sebagai pelaksana di kampus, kami merasa lega dan berterima kasih atas inisiatif pimpinan Al Washliyah.
"Lokal dan perpustakaan, harapan mahasiswa, semoga dengan adanya gedung ini, proses perkuliahan dapat berjalan dengan baik dan pelayanan administrasi dapat berjalan secara optimal" ungkap Mufakhir.
Ketua Presiden Mahasiswa (Prema) Kampus Al Washliyah Banda Aceh Agustizar, merasa terharu dan berterima kasih atas pembangunan kampus, karena ini adalah salah satu tuntatan kami ketika demo dulu.
"Syukur Alhamdulillah, kami hormat dan bangga atas pembagunan kampus ini, semoga cepat selesai" Pinta Agus.



Rabu, 14 Januari 2015

Al Washliyah Aceh gelar temu kader dan alumni

Al-Washliyah Aceh dan kampus Al- Washliyah Banda Aceh, melaksanakan temu kader dan temu alumni dengan melibatkan pengurus daerah Al Washliyah Kabupaten/Kota dan pengurus organisasi bagian generasi muda Al Washliyah serta para alumni dari STAI, STISIP dan STKIP Al Washliyah Banda Aceh. “Kegiatan ini mengundang tokoh-tokoh Al Washliyah, mahasiswa, alumni dan civitas akademika” Sebut Ketua panitia Yusra Jamali disela-sela pembukaan (10/1) di Asrama Haji Banda Aceh.


Kegiatan yang dirangkai dengan penyerahan piagam penghargaan dan ucapan terima kasih kepada syuhada Al Washliyah oleh Ketua STKIP Al Washliyah Banda Aceh, Dr. H. A. Mufakhir Muhammad, MA  pada pembukaan Temu Kader Al Washliyah dan Alumni Perguruan Tinggi Al Washliyah Banda Aceh. (10/1) di Asrama Haji Banda Aceh. Diskusi panel, menghadirkan tokoh-tokoh Al Washliyah sebagai narasumber untuk menggali potensi kader dan alumni guna mempercepat proses normalisasi pengurus daerah, organisasi bagian Al Washliyah, rencana pembangunan kampus dan upaya peningkatan status akreditasi kampus. “Tradisi akademik perlu terus ditingkatkan, tokoh-tokoh Al Washliyah juga perlu berkontribusi untuk pembangunan kampus” imbuh Yusra.
Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al Washliyah Banda Aceh, Dr. H. A. Mufakhir Muhammad, MA dalam sambutannya mengharapkan dukungan dari kader dan alumni guna mematangkan orientasi kampus Al Washliyah guna memaksimalkan fungsi pelayanan, kualitas alumni dan sarana kampus. "Pendidikan menjadi program stratagis, pelayanan yang baik menjadi harapan, fasilitas dan kualitas lulusan dapat berjalan beriringan. Tahun ini akan dibangun kampus dengan modal awal Rp 1 Milyar” kata Mufakhir yang disambut dengan tepuk tangan para undangan.
Ketua PW. Al Washliyah Aceh Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA menyebutkan bahwa Kader dan alumni perlu diikutsertakan agar semua potensi yang ada dapat dioptimalkan demi kelancaran dan percepatan pembangunan serta alih status kampus. "Kader perlu dilibatkan secara maksimal, alumni menjadi ujung tombak dalam meningkat mutu lulusan" Sebut Farid Wajdi yang juga Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Al Washliyah Banda Aceh.

Sekjen PB. Al Washliyah Prof. Dr. H. Rusydi Ali Muhammad, SH, memberi apresiasi atas keinginan pembangunan kampus dan usaha alih satus, namun ketersediaan lahan juga perlu kita pikirkan agar kampus kita dapat menampung mahasiswa yang lebih banyak. "Fasilitas perlu dioptimalkan, sumber-sumber lain yang potensial terus diupayakan, kami dari PB. siap mendukung untuk kemajuan kampus" kata Rusydi.

Senin, 22 Desember 2014

Mahasiswa Geografi Al Washliyah Banda Aceh KKL di Sabang

Mahasiswa Pendidikan Geografi STKIP Al Washliyah Banda Aceh melakukan Kuliah Kerja Lapangan (KKL), sejak 14-17 Desember 2014 di Sabang. Di jadwalkan peserta yang diikuti oleh 135 mahasiswa akan melakukan visitasi (kunjungan) ke sejumlah lokasi destinasi wisata Sabang. Para peserta akan mengunjungi lokasi yang bernilai geografis, historis dan sosiologis seperti Gunung Berapi Jaboi, Danau Aneuk Laot, Air panas, Benteng, Sumur Tiga, Kilometer Nol dan pemondokan calon jama’ah haji, Sabang Fire dll.
"Semua lokasi yang dikunjungi merupakan wahana dan media yang memiliki nilai geografis, sejarah dan peradaban masyarakat, penting dilakukan untuk menggali dan menemukan nilai-nilai peradaban masyarakat Aceh dan Sabang" Sebut Ketua Jurusan Pendidikan geografi Drs. H. Amsal Amri, M. Pd ketika memberi sambutan mewakili ketua STKIP Al Washliyah (15/12) di Aula Pemerintah Kota Sabang.
Amsal juga menambahkan, terpilihnya Sabang sebagai pusat kegiatan KKL bagi mahasiswa geografi atas tiga pertimbangan yakni historis, geografis dan sosiologis dan itu adanya di Sabang.  "Sabang menjadi laboratorium kajian geografi karena memiliki fenomena alam, nilai historis, sosiologis kerena Sabang memiliki tekstur budaya yang relatif hiterogen dan terbuka" jelas Amsal.
Sementara itu, Walikota Sabang dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staff Ahli bidang SDM dan keistimewaan Aceh Kota Sabang, Cut Melfiani, SE, menyambut baik atas kunjungan dan kedatangan para intelektua muda di Sabang dengan misi melakukan penelitian dan observasi keberbagai lokasi destinasi wisata.  Secara sosiologis dan ekonomis kehadiran wisatawan akan terjalin komunikasi dan transaksi secara spontan dan sporadis di gampong-gampong dan pasar-pasar. Dan ini akan melahirkan energi positif bagi masyarakat Sabang.
"Kami selalu mengundang para pengunjung baik lokal maupun internasional, kerena dapat meningkatkan ekonomi dan citra Kota Sabang secara nasional maupun dunia, kami juga lagi   berbenah diri dan berpacu untuk meraih kejayaan" tegas Melfiani.
Cut  menambahkan, Sabang masih menyimpan banyak misteri, mudah-mudahan adek-adek kita ini, dapat mendalami, meneliti dan menghadirkan informasi baru kepada masyarakat. "Tidak hanya itu, kami selaku pemerintah, juga menghimbau dan mengajak kaum terdidik dari kampus untuk mengunjungi Kota Sabang, guna meneliti hal ikhwal dan potensi alam, dengan harapan, penelitian, observasi dan kajian akan melahirkan sebuah BLUEPRINT DESTINASI SABANG, agar wisata Sabang dapat mengimbangi bahkan setara dengan daerah wisata lainnya di Indonesia. Pinta Melfiani.

Melfiani juga mengharapkan agar para civitas akademika, dapat mempublikasikan secara ilmiah keindahan, kenyamanan dan keunikan pesona alam Sabang dalam bentuk foto dan video, agar detinasi wisata Sabang dapat dinikmati oleh masyarakat dunia.